Apakah Gigitan Dinosaurus T rex Muda Sama Mematikannya dengan yang Dewasa?

Nationalgeographic.co.id—Tyrannosaurus rex adalah salah satu dinosaurus yang paling terkenal, terutama terkenal karena rahangnya yang mematikan.

Tyrannosaurus dewasa–termasuk spesies T. rex–menggunakan teknik menggigit tusuk-tarik. Mereka menggigit dan menelan potongan daging dan tulang. Namun, ternyata, tyrannosaurus muda tidak memiliki rahang yang dalam yang diperlukan untuk melakukan gigitan seperti itu. Rahang mereka tidak dilengkapi untuk mengatasi tekanan signifikan dari gigitan dengan cara ini.

Dalam sebuah studi, Eric Snively dari Oklahoma State University dan Andre J. Rowe meneliti bagaimana strategi makan tyrannosaurus. Menurut peneliti, strategi itu mungkin berubah seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, peneliti menemukan beberapa aspek menarik dari biologi T. rex.

Merekayasa rahang T. rex

Tim peneliti menggunakan model 3D dari berbagai rahang tyrannosaurus pada berbagai tahap pertumbuhan. “Kami beruntung memiliki hasil pemindaian 3D Raptorex, seekor tyrannosaurus muda berukuran kecil dari Mongolia. Pemindaian itu digunakan sebagai pengganti T. rex yang sangat muda, berusia sekitar 3 hingga 6 tahun saat kematiannya,” ungkap Rowe.

Peneliti juga menggunakan model 3D T. rex remaja yang dijuluki “Jane”, yang disimpan di Burpee Museum. Mereka juga menggunakan T. rex dewasa yang dijuluki “Sue”, yang disimpan di Field Museum.

Spesimen-spesimen ini terkenal karena kelengkapannya, yang menjadikannya ideal untuk studi semacam ini. Jadi, peneliti tidak perlu menggunakan tebakan untuk mengisi materi yang hilang dalam model 3D kami.

Tim menerapkan otot virtual pada rahang tyrannosaurus dan menggunakan alat rekayasa untuk mensimulasikan gigitan tyrannosaurus. Kemudian, mereka mempelajari tekanan yang akan terjadi pada rahang mereka selama skenario makan hipotetis ini.

Jenis analisis yang digunakan–finite element analysis–biasanya diterapkan untuk menilai keamanan struktur padat yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya jembatan dan pesawat terbang. Dalam beberapa tahun terakhir, metode ini semakin populer di bidang zoologi dan paleontologi untuk mempelajari kerangka hewan.

Studi menemukan bahwa rahang tyrannosaurus muda mengalami tekanan yang lebih rendah secara keseluruhan. Pasalnya, gaya otot relatif lebih rendah daripada pada tyrannosaurus dewasa yang lebih besar. Namun, rahang tyrannosaurus muda yang ramping mengalami tekanan yang lebih besar ketika disesuaikan dengan panjang rahang tyrannosaurus dewasa.

Hal tersebut menunjukkan bahwa rahang bawah yang lebar dan dalam yang ditemukan pada T. rex dewasa merupakan bagian integral dari gigitannya yang kuat. Rahang tyrannosaurus muda yang ramping mungkin rusak jika bentuknya tetap sama saat mereka dewasa.

Baca Juga: DNA Dinosaurus Telah Hilang, Bagaimana Cara Peneliti Mengetahui Indra Penciuman T. rex Tajam?


KOMENTAR


ARTIKEL TERKAIT

Popular

Tag Popular